Bolehkah "Hukum Anak" Saat Ia Lakukan Kesalahan? "1 Kalimat" Ini Bikin Ortu Tertohok!

Banyak orangtua jaman sekarang mengeluh bahwa anaknya sering tidak nurut, melakukan kesalahan, dan sulit untuk berubah.


Dalam mendidik anak, memang bukanlah hal yang mudah. Karena dibutuhkan kesabaran dan metode mendidik yang benar!

Sponsored Ad

Seringkali penyebab kenakalan anak tidak bisa sepenuhnya menjadi kesalahan anak. Karena mungkin saja itu terjadi karena kesalahan di komunikasi orangtua!


Jadi, bolehkah kita marah jika anak melakukan kesalahan? Profesor Zeng Shiqiang : “saya bisa memberi satu kalimat yang bisa membuat orangtua tersadar!”

Sponsored Ad


Jika kita perhatikan, orangtua Tiongkok akan memberikan teguran dengan cara ‘bertarung’ kalau anak melakukan kesalahan. Namun orangtua Amerika, mereka malah memberikan ‘waktunya’ untuk menegur setiap kesalahan anaknya.


Sponsored Ad

Jika anak pertama kali melakukan kesalahan, sebenarnya orangtua tidak ada alasan untuk memarahinya. Kita sebagai orangtua bisa jelaskan “ini kesalahan pertamamu, mama tidak akan marah padamu. Tapi coba kamu kasih tau mama, dimana letak kesalahan kamu?”


Dengan cara ini, kita sedang membiarkan anak untuk berpikir, intropeksi diri, dan mengingat kesalahan mereka.

Sponsored Ad

Lalu kita sebagai orangtua bisa tanya kepada mereka lagi “Apakah setelah ini kamu akan mengulangi kesalahanmu lagi?” Jika anak berkata tidak, kita sebagai orangtua juga harus selalu sabar dan mengingatkan anak kita.


Jika tidak berapa lama kemudian, anak melakukan kesalahannya lagi, kita bisa memanggil anak kita dan bertanya “kamu sudah melakukan kesalahan yang keberapa kali?”

Sponsored Ad

“Kedua!” kata anak


“Yang kedua kali mama masih maafkan tapi dengan syarat kamu harus berubah. Kalau sampai kamu melakukan ketiga kali, mama akan memarahimu. Mama marah bukan karena mama suka, tapi sebagai pengingat dirimu. Mama hanya ingin membantumu mengingat dan jangan melakukan kesalahan lagi. Oke?”

Namun jika pada kenyataannya, anak kita masih melakukan kesalahan yang ketiga, cobalah kamu berkata “Sini nak. Coba kamu ambil satu benda yang menurutmu pantas untuk memukulmu sebagai hukuman. Ambilah benda itu, maka mama akan memukulmu dengan benda pilihanmu!”

Sponsored Ad


“Kamu mau diberi hukuman di bagian mana? Bokong kiri atau bokong kanan? Kamu mau dipukul berapa kali?”

Dengan cara ini, anak bisa belajar bahwa ia harus bertanggung jawab dengan setiap kesalahan yang ia lakukan. Ia juga belajar tentang nilai, dimana kesalahan harus diganti dengan teguran.

Sponsored Ad


Jadi ingat, kita sebagai orangtua tidak boleh sembarang menghukum anak. Tapi dalam proses hukuman itu harus membuat anak mengingat kesalahan mereka dan belajar komitmen.

Jadi memarahi atau memukul anak adalah hak terakhir yang Anda punya untuk menegur kesalahan anak. Biarkan anak memiliki sedikit rasa takut, karena kalau tidak anakmu bisa menjadi anak yang tumbuh seenaknya dan menyalahi aturan.

Sponsored Ad


Apakah kamu setuju dengan artikel ini? Jangan lupa LIKE dan SHARE ke orangtua yang lain ya!

Sumber: Coco